Tulisan ini saya buat, untuk kamu yang telah berjuang dan dengan sabar sepenuh hati, tapi di siasiakan oleh dia yang lebih memilih mencari yang lebih.
Selamat Membaca....
Kamu mungkin bukan manusia terbaik di bumi ini. Namun dia harus tahu, kamu pernah dan masih mencintainya dengan cara paling terbaik yang kamu lakukan. Dengan sabar kamu berusahan keras memahami dia. Kamu menerima dia sepenuh jiwa dan raga. Tidak pernah sedikitpun ada perasaan untuk meragukan dia. Sepenuh hati sudah kamu sediakan unutk menemani dia. Apa saja yang dia perjuangkan selalu kamu doakan agar dia menang dalam tujuannya. Agar dia merai semua apa yang dia impikan. Kamu ingin bahagia dengan semua yang kamu kejar. Kamu tidak pernah menuntut banyak hal. Selain dia juga belajar mengerti bahwa cinta bukan urusanmu sendiri tapi kalian berdua. Namun apa yang dia lakukan ? Dia tidak pernah melakukan hal yang sama sepertimu.
Segala kesabaranmu menghadapi sikapnya menjadi percuma saja. Sia-sia, dia memili jalan lain. Bukan kamu yang benar-benar dia mau. Diam-diam, dia masih berharap menemukan yang terbaik daripada kamu. Dia mencari cara untuk memenuhi ambisinya. Sementara kamu hanya menjadi orang yang menemani dia, tapi tidak sepenuhnya ada dihatinya yang dia harapkan. Kamu ada di hidupnya, Tapi bukan kamu orang yang ingin dia pilih dan miliki sepenuh hatinya. Pada titik ini kamu bicara "Ternyata aku hanyalah cadangan bagimu". Kamu hanya orang yang menjadi kekasih saat dia kesepian. Kamu hanyalah seseorang yang tak pernah ingin dia perjuangkan.
Dia tahu kamu berjuang sepenuh hatimu. Kamu bekerja sekuat yang kamu mampu. Kamu mempelajari banyak hal. Agar bisa dia banggakan nanti. Agar bisa menjadi kekasih yang baik baginya. Kamu ingin menjadi orang yang dia banggakan kepada teman-temannya. Seseorang yang dia ceritakan kepada keluarganya. Namun, usahamu ternyata tak ada artinya bagi dia. Kamu ingin hubungan yang kalian jalani adalah hubungan 2 sepasang manusia dewasa. Hubungan yang serius. Bukan tempat persinggahan dan dia bisa memilih pergi kapanpun dia mau. Namun, dia nyatanya memang punya tujuan lain. Dia masih mencari yang lebih baik. Dia tidak pernah benar-benar menghargai apa yang kamu perjuangkan. Semua yang kamu lakukan untuk membuatnya bahagia. Dan, pada titik ini kamu merasa sedih banget sudah berjuang sendiri. Kamu sedih telah mencintai sepenuh hati, sementara dia hanya setengah hati.
Setelah berpikir panjang, kamu memilih untuk meninggalkannya. Bukan karena kamu tidak lagi mencintainya. Bukan karena kesabaranmu sudah habis. Kamu hanya ingin menghargai dirimu sendiri. Hidup dan menjalani hubungan bersama orang yang tidak menghargai perasaanmu akan terasa menyedihkan. Itu lah alasan kamu memutuskan untuk pergi dan menyudahi semuanya. Harusnya dia bersyukur dicintai seseorang seperti kamu. Orang yang rela menemani dia dalam keadaan apapun. orang yang sangat sabar, bahkan begitu lama saat dia ternyata tak mencintaimu sepenuh hati. Namun, dia tetap tidak pernah menyadari itu semua. Dan, dia juga harus tahu. Saat orang yang dia bahagiakan dan dia perjuangkan tak pernah berniat untuk membalas membahagiakannya, mungkin memang ada baiknya memberi kesempatan orang lain, yang bersedia saling membahagiakan.
#GalauBersama
#SalahBerjuang
#MoveOn
#ComeOn

Comments
Post a Comment